Sabtu, 25 Juni 2011

BMT Mitra Usaha Mulia: Cara Menghitung Bagi Hasil

BMT Mitra Usaha Mulia: Cara Menghitung Bagi Hasil

BMT Mitra Usaha Mulia: Cara Menghitung Bagi Hasil

BMT Mitra Usaha Mulia: Cara Menghitung Bagi Hasil

BMT Mitra Usaha Mulia: Cara Menghitung Bagi Hasil

BMT Mitra Usaha Mulia: Cara Menghitung Bagi Hasil

Luruskan arah Sholatmu


Tentukan Arah Kiblat dengan Vebsite
Akhir-akhir ini keputusan MUI merevisi fatwa tentang arah kiblat membuat masyarakat resah. Tidak sedikit tempat ibadah yang meminta pengukuran ulang arah kiblat, bahkan ada yang akan merobohkan bangunan masjid lalu dibangun kembali sesuai arah kiblat.
Pada awalnya hanya para ahli ashonomi dan ahli ilmu falak yaug dianggap mampu menentukan arah kiblat, namun seiring kecanggihan teknologi, kini banyak cara yang dapat kita gunakan untuk mengetahui arah kiblat, salah satunya dengan kecanggihan komputer dan bahasa pemrograrnan, hitungan tersebut mudah dibuat dalam bentuk program aplikasi, sehinga setiap orang dapat menghitung arah kiblat.
Ada juga sajadah yang telah dilengkapi kompas yang membantu menentukan arah kiblat. Masyarakat tidak perlu khawatir tentang fatwa ini dan menjadikannya sebagai polemik. Memang MUI pada awalnya mengeluarkan fatwa Nomor 03 tahun 2010 tentang arah kiblat masjid yang menyatakan, letak geografis Indonesia yang berada di bagian
Timur Makkah, sehingga arah kiblat menghadap ke arah barat. Namun kemudian berdasarkan hasil penelitian dari ilmu falak dan astronomi, arah yang ditentukan MUI tersebut justru menghadap keAfrika, Somalia Selatan, Kenya dan Tanzania sebab arah Indonesia tidak persis di timur Makkah. MUI tanpa menghapus fatwa tersebut mengeluarkan kembali fatwa tentang arah kiblat yang benar adalah menghadap ke barat laut dengan kemiringan
bervariasi, sesuai letak geografis wilayah tempat masjid masing-masing. Namun, kini tak perlu pusing untuk menentukan arah kiblat, sebuah aplikasi yang lahir di zaman era digital ini akan membantu menentukan arah kiblat dengan mudah. Kecanggihan teknologi tersebut adalah Qibla Locator sebuah teknologi berbasis aplikasi computer yang mernanfaatkan piranti peta digital milik Google. Qibla Locator ini ditemukan oleh Zanabi Zadeh dan Ibn Mas'ud peneliti asal Universitas Waterloo di Ontario, Kanada, Hamed.
Khusus alat penentu arah kiblat yang satu ini tidak diperlukan keahlian khusus di bidang ilmu falaq atau ilmu yang khusus mempelajari lintasan benda-benda langit khususnya bumi, bulan dan matahari sehingga dapat diketahui arah kiblat dan bayangan arah kiblat. Dengan website yang menyediakan aplikasi Qibla Locator ini kita bisa dengan mudah mengetahui arah kiblat.
Cukup sederhana saja kunjungi situs www.qiblalocator.com di sana telah tersedia sebuah aplikasi yang berbasis Google Earth. Aplikasi ini dapat membantu untuk mengetahui arah kiblat dari mana pun umat Islam berada. Pasalnya arah kiblat pada setiap Negara dan daerah berbeda-beda.
Lantas bagaimana mengoperasikan aplikasi qibla locator ini? Kunjungi situs www.qiblalocator.com, lalu masukkan
alamat keberadaan kita, bisa dengan kata kunci berupa nama lokasi, alamat, nama jalan, kode pos dan negara atau garis lintang dan garis bujur. Lalu klik kotak “locate” secara otomatis Qibla locator akan mencari dan kemudian sisi kanan gambar peta akan muncul besaran arah kiblat atau ka’bah dengan garis berwarna merah sekaligus dengan jarak dari titik lokasi yang kita masukkan tadi.
Aplikasi ini canggih, sehingga tidak perlu ragu lagi untuk memanfaatkannya, karena aplikasi ini bebas digunakan siapa saja dan di mana saja. Maka dari itu tidak ada alasan lagi untuk menjadikan revisi fatwa MUI mengenai arah kiblat sebagai polemik. Begitu juga dengan perombakan bangunan masjid yang belakangan ini akan dilakukan sebaiknya tidak perlu. Semoga bermanfaat.
tr- s @edcAriyanto fakultas Dakwah Jurusan
Ibmunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Kalijaga

Luruskan arah Sholatmu


Tentukan Arah Kiblat dengan Vebsite
Akhir-akhir ini keputusan MUI merevisi fatwa tentang arah kiblat membuat masyarakat resah. Tidak sedikit tempat ibadah yang meminta pengukuran ulang arah kiblat, bahkan ada yang akan merobohkan bangunan masjid lalu dibangun kembali sesuai arah kiblat.
Pada awalnya hanya para ahli ashonomi dan ahli ilmu falak yaug dianggap mampu menentukan arah kiblat, namun seiring kecanggihan teknologi, kini banyak cara yang dapat kita gunakan untuk mengetahui arah kiblat, salah satunya dengan kecanggihan komputer dan bahasa pemrograrnan, hitungan tersebut mudah dibuat dalam bentuk program aplikasi, sehinga setiap orang dapat menghitung arah kiblat.
Ada juga sajadah yang telah dilengkapi kompas yang membantu menentukan arah kiblat. Masyarakat tidak perlu khawatir tentang fatwa ini dan menjadikannya sebagai polemik. Memang MUI pada awalnya mengeluarkan fatwa Nomor 03 tahun 2010 tentang arah kiblat masjid yang menyatakan, letak geografis Indonesia yang berada di bagian
Timur Makkah, sehingga arah kiblat menghadap ke arah barat. Namun kemudian berdasarkan hasil penelitian dari ilmu falak dan astronomi, arah yang ditentukan MUI tersebut justru menghadap keAfrika, Somalia Selatan, Kenya dan Tanzania sebab arah Indonesia tidak persis di timur Makkah. MUI tanpa menghapus fatwa tersebut mengeluarkan kembali fatwa tentang arah kiblat yang benar adalah menghadap ke barat laut dengan kemiringan
bervariasi, sesuai letak geografis wilayah tempat masjid masing-masing. Namun, kini tak perlu pusing untuk menentukan arah kiblat, sebuah aplikasi yang lahir di zaman era digital ini akan membantu menentukan arah kiblat dengan mudah. Kecanggihan teknologi tersebut adalah Qibla Locator sebuah teknologi berbasis aplikasi computer yang mernanfaatkan piranti peta digital milik Google. Qibla Locator ini ditemukan oleh Zanabi Zadeh dan Ibn Mas'ud peneliti asal Universitas Waterloo di Ontario, Kanada, Hamed.
Khusus alat penentu arah kiblat yang satu ini tidak diperlukan keahlian khusus di bidang ilmu falaq atau ilmu yang khusus mempelajari lintasan benda-benda langit khususnya bumi, bulan dan matahari sehingga dapat diketahui arah kiblat dan bayangan arah kiblat. Dengan website yang menyediakan aplikasi Qibla Locator ini kita bisa dengan mudah mengetahui arah kiblat.
Cukup sederhana saja kunjungi situs www.qiblalocator.com di sana telah tersedia sebuah aplikasi yang berbasis Google Earth. Aplikasi ini dapat membantu untuk mengetahui arah kiblat dari mana pun umat Islam berada. Pasalnya arah kiblat pada setiap Negara dan daerah berbeda-beda.
Lantas bagaimana mengoperasikan aplikasi qibla locator ini? Kunjungi situs www.qiblalocator.com, lalu masukkan
alamat keberadaan kita, bisa dengan kata kunci berupa nama lokasi, alamat, nama jalan, kode pos dan negara atau garis lintang dan garis bujur. Lalu klik kotak “locate” secara otomatis Qibla locator akan mencari dan kemudian sisi kanan gambar peta akan muncul besaran arah kiblat atau ka’bah dengan garis berwarna merah sekaligus dengan jarak dari titik lokasi yang kita masukkan tadi.
Aplikasi ini canggih, sehingga tidak perlu ragu lagi untuk memanfaatkannya, karena aplikasi ini bebas digunakan siapa saja dan di mana saja. Maka dari itu tidak ada alasan lagi untuk menjadikan revisi fatwa MUI mengenai arah kiblat sebagai polemik. Begitu juga dengan perombakan bangunan masjid yang belakangan ini akan dilakukan sebaiknya tidak perlu. Semoga bermanfaat.
tr- s @edcAriyanto fakultas Dakwah Jurusan
Ibmunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Kalijaga

Luruskan arah Sholatmu


Tentukan Arah Kiblat dengan Vebsite
Akhir-akhir ini keputusan MUI merevisi fatwa tentang arah kiblat membuat masyarakat resah. Tidak sedikit tempat ibadah yang meminta pengukuran ulang arah kiblat, bahkan ada yang akan merobohkan bangunan masjid lalu dibangun kembali sesuai arah kiblat.
Pada awalnya hanya para ahli ashonomi dan ahli ilmu falak yaug dianggap mampu menentukan arah kiblat, namun seiring kecanggihan teknologi, kini banyak cara yang dapat kita gunakan untuk mengetahui arah kiblat, salah satunya dengan kecanggihan komputer dan bahasa pemrograrnan, hitungan tersebut mudah dibuat dalam bentuk program aplikasi, sehinga setiap orang dapat menghitung arah kiblat.
Ada juga sajadah yang telah dilengkapi kompas yang membantu menentukan arah kiblat. Masyarakat tidak perlu khawatir tentang fatwa ini dan menjadikannya sebagai polemik. Memang MUI pada awalnya mengeluarkan fatwa Nomor 03 tahun 2010 tentang arah kiblat masjid yang menyatakan, letak geografis Indonesia yang berada di bagian
Timur Makkah, sehingga arah kiblat menghadap ke arah barat. Namun kemudian berdasarkan hasil penelitian dari ilmu falak dan astronomi, arah yang ditentukan MUI tersebut justru menghadap keAfrika, Somalia Selatan, Kenya dan Tanzania sebab arah Indonesia tidak persis di timur Makkah. MUI tanpa menghapus fatwa tersebut mengeluarkan kembali fatwa tentang arah kiblat yang benar adalah menghadap ke barat laut dengan kemiringan
bervariasi, sesuai letak geografis wilayah tempat masjid masing-masing. Namun, kini tak perlu pusing untuk menentukan arah kiblat, sebuah aplikasi yang lahir di zaman era digital ini akan membantu menentukan arah kiblat dengan mudah. Kecanggihan teknologi tersebut adalah Qibla Locator sebuah teknologi berbasis aplikasi computer yang mernanfaatkan piranti peta digital milik Google. Qibla Locator ini ditemukan oleh Zanabi Zadeh dan Ibn Mas'ud peneliti asal Universitas Waterloo di Ontario, Kanada, Hamed.
Khusus alat penentu arah kiblat yang satu ini tidak diperlukan keahlian khusus di bidang ilmu falaq atau ilmu yang khusus mempelajari lintasan benda-benda langit khususnya bumi, bulan dan matahari sehingga dapat diketahui arah kiblat dan bayangan arah kiblat. Dengan website yang menyediakan aplikasi Qibla Locator ini kita bisa dengan mudah mengetahui arah kiblat.
Cukup sederhana saja kunjungi situs www.qiblalocator.com di sana telah tersedia sebuah aplikasi yang berbasis Google Earth. Aplikasi ini dapat membantu untuk mengetahui arah kiblat dari mana pun umat Islam berada. Pasalnya arah kiblat pada setiap Negara dan daerah berbeda-beda.
Lantas bagaimana mengoperasikan aplikasi qibla locator ini? Kunjungi situs www.qiblalocator.com, lalu masukkan
alamat keberadaan kita, bisa dengan kata kunci berupa nama lokasi, alamat, nama jalan, kode pos dan negara atau garis lintang dan garis bujur. Lalu klik kotak “locate” secara otomatis Qibla locator akan mencari dan kemudian sisi kanan gambar peta akan muncul besaran arah kiblat atau ka’bah dengan garis berwarna merah sekaligus dengan jarak dari titik lokasi yang kita masukkan tadi.
Aplikasi ini canggih, sehingga tidak perlu ragu lagi untuk memanfaatkannya, karena aplikasi ini bebas digunakan siapa saja dan di mana saja. Maka dari itu tidak ada alasan lagi untuk menjadikan revisi fatwa MUI mengenai arah kiblat sebagai polemik. Begitu juga dengan perombakan bangunan masjid yang belakangan ini akan dilakukan sebaiknya tidak perlu. Semoga bermanfaat.
tr- s @edcAriyanto fakultas Dakwah Jurusan
Ibmunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Kalijaga